Singleplayer

Aku terduduk diam dikasur menatap tembok tanpa makna, pikiranku kosong tanpa isi, jasadku ada tanpa jiwa, hari-hari hidup kujalani dengan kesendirian.

Aku kembali mendapatkan kesadaranku dan menghela nafas dengan berat “Hah… gini amat hidupku, gak ada yang spesial jika aku menjalani kehidupan ini dengan kesendirian semuanya hampa kalo tidak ada tempat untuk berbagi” Keluhku.

Aku sudah mati namun jasadku masih hidup bagai mayat hidup, aku hidup tanpa arah dan tujuan hidup, rasanya lebih baik mati saja jika kau tidak punya tujuan hidupmu. Namun aku tidak ingin begitu aku harus menjalani hidup ini apa adanya karena tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa tujuan.

Aku lekas berdiri dari kasur menampar pipiku sedikit keras, tiba-tiba ponselku berdering aku lalu membuka ponselku dan melihat pesan misterius berbunyi “You are not alone, we can fix it together:)” Aku bingung siapa orang yang mengirim pesan ini seolah-olah orang itu tahu apa yang aku rasakan.

Belum sempat aku memahami apa yang terjadi sebuah cahaya silau tepat didepan mataku dan membutakan mataku sementara kepalaku pusing solah-olah ada yang memukulku dari belakang, penglihatanku perlahan kabur.

Disaat mataku akan terpejam aku melihat sosok perempuan berpakaian putih dan rok hitam, rambutnya coklat gelap mengkilap dengan mata wajah putihnya yang cantik sambil tersenyum tepat dihadapanku, akupun jatuh terbaring dari kasur.

Comments

2 responses to “Singleplayer”

  1. A WordPress Commenter Avatar

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *