Faqih’s Blog

  • Bercanda

    Bercanda sudah menjadi asupan setiap hari bagi kita seperti berbagi puluhan reels meme pada teman kita (emang sue yg spam reels ke IG gw), atau sebuah keisengan kecil.

    Namun, tidak semua hal bisa kita anggap bercanda. misalkan menghina orang tidak ditempatnya, atau bercanda saat mereka berduka. banyak kasus orang yg celaka karena sebuah candaan, seperti orang yg iseng menaruh tas berisi batu-bata bertuliskan bom yg merugikan orang lain.

    kita tidak tahu apa yg orang lain rasakan saat kita bercanda dengannya, entah itu senang, marah, jengkel, tertawa, dll. apa berarti kita tidak boleh bercanda? bukan berarti begitu, bercanda itu boleh untuk menghangatkan suasana tapi jangan berlebihan dan tahu situasi. Kalian harus tahu apa yg lawan bicara kita sukai dan tidak disukai.

    dan kalian harus siap di serang balik jika kalian membercandai teman kalian, jika kalian hanya mau menyerang tapi tidak ingin diserang itu Namanya CAPER, SOK ASIK, BAPER, BAJ**, dsjdjghasdiogh.

    dah itu saja, tujuan saya menyampaikan hal ini karena saya sudah muak dengan teman yg candaannya aneh.

  • Singleplayer

    Aku terduduk diam dikasur menatap tembok tanpa makna, pikiranku kosong tanpa isi, jasadku ada tanpa jiwa, hari-hari hidup kujalani dengan kesendirian.

    Aku kembali mendapatkan kesadaranku dan menghela nafas dengan berat “Hah… gini amat hidupku, gak ada yang spesial jika aku menjalani kehidupan ini dengan kesendirian semuanya hampa kalo tidak ada tempat untuk berbagi” Keluhku.

    Aku sudah mati namun jasadku masih hidup bagai mayat hidup, aku hidup tanpa arah dan tujuan hidup, rasanya lebih baik mati saja jika kau tidak punya tujuan hidupmu. Namun aku tidak ingin begitu aku harus menjalani hidup ini apa adanya karena tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa tujuan.

    Aku lekas berdiri dari kasur menampar pipiku sedikit keras, tiba-tiba ponselku berdering aku lalu membuka ponselku dan melihat pesan misterius berbunyi “You are not alone, we can fix it together:)” Aku bingung siapa orang yang mengirim pesan ini seolah-olah orang itu tahu apa yang aku rasakan.

    Belum sempat aku memahami apa yang terjadi sebuah cahaya silau tepat didepan mataku dan membutakan mataku sementara kepalaku pusing solah-olah ada yang memukulku dari belakang, penglihatanku perlahan kabur.

    Disaat mataku akan terpejam aku melihat sosok perempuan berpakaian putih dan rok hitam, rambutnya coklat gelap mengkilap dengan mata wajah putihnya yang cantik sambil tersenyum tepat dihadapanku, akupun jatuh terbaring dari kasur.